MEKANISME PEMILIHAN KETUA UMUM DAN PELAKSANAAN MUNAS IKATEKSI

  1. Penjaringan Balon Ketum Ikateksi dibuka seluas-luasnya untuk setiap anggota yang mempunyai potensial dan memenuhi persyaratan sebagai Balon Ketum Ikateksi, sesuai dengan persyaratan Bakal Calon Ketua Umum Ikateksi yang ditetapkan oleh Panitia 9;
  2. Pemilihan Balon Ketum Ikateksi dilakukan sbb:
  1. Pemilihan Ketua Umum dilakukan secara berjenjang dan musyawarah, dengan pertimbangan regenerasi dan kemampuan anggota Ikateksi dan dilakukan dengan prinsip-prinsip langsung, jujur, bebas, dan rahasia. Semangat pemilihan Balon Ketum ikateksi adalah didasarkan pada nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan oleh Ikateksi yaitu Guyub, Networking, dan Sinergi;
  2. Balon Ketum Ikateksi dapat diusulkan melalui 3 (tiga) jalur pengusulan Penjaringan Balon Ketum Ikateksi, yaitu:
  • Jalur i : Pengurusan dari kelompok angkatan, yang pengelompokkannya dilakukan sbb:
    – Kelompok 1 – terdiri dari alumni dari Angk. 1958 sd Angk. 1979;
    – Kelompok 2 – terdiri dari alumni dari Angk. 1980 sd Angk. 1989;
    – Kelompok 3 – terdiri dari alumni dari Angk. 1990 sd Angk. 2000.
  • Jalur ii : Pengusulan dapat dilakukan oleh pengurus masing-masing angkatan, mulai angkatan 1958 s/d angkatan 2000;
  • Jalur iii : Pengusulan dapat dilakukan oleh pengurus DPP/ DPD;
  1. Ketentuan masing-masing jalur adalah sbb:
    Jalur i : Masing-masing kelompok angkatan, sebagaimana tersebut pada butir b diatas yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok/ grup angkatan, wajib mengajukan masing-masing 3 (tiga) nama Balon Ketum Ikateksi yang sesuai pada kelompok/ grup angkatan tersebut dan tidak boleh diluar kelompok angkatan tersebut. Nama-nama Balon Ketum Ikateksi yang diusulkan tersebut berdasarkan kesepakatan dalam kelompok/ grup angkatan tersebut. Usulan Balon Ketum Ikateksi dari kelompok/ grup angkatan ini sifatnya wajib.
    Jalur ii : Setiap angkatan dapat mengajukan 1 (satu) nama Balon Ketum Ikateksi dari angkatannya tersebut. Usulan Balon Ketum Ikateksi dari angkatan sifatnya tidak wajib.
    Jalur iii : Pengurus DPP/ DPD dapat mengajukan 1 (satu) nama Balon Ketum Ikateksi yang dipandang mampu/ kompeten untuk mempimpin Ikateksi. Usulan Balon Ketum Ikateksi dari DPP dan DPD sifatnya tidak wajib.
  1. Jumlah total Balon Ketum Ikateksi, yang dihasilkan berdasarkan ketiga jalur penjaringan yang ada, akan dikondisikan pada masing-masing jalur oleh Panitia 9 dengan jumlah maksimum Balon Ketum Ikateksi yang dilaksanakan pada tahap penjaringan ini adalah 10 orang. Balon Ketum Ikateksi hasil penjaringan yang diperoleh berdasarkan 3 jalur ini kemudian akan dilakukan e-voting untuk menghasilkan 3 (tiga) Balon Ketum Ikateksi yang akan dimusyawarahkan pemilihannya pada acara Munas. Pelaksanaan e-Voting akan dilakukan oleh seluruh anggota biasa Ikateksi yang sebelumnya sudah teregristasi oleh Panitia 9. Sedangkan verifikasi anggota dilakukan perangkatan oleh koordinator angkatan masing-masing;
  2. Selain memilih Ketua Umum Ikateksi yang dilakukan secara musyawarah atas 3 (tiga) Balon Ketum Ikateksi yang dihasilkan berdasarkan Penjaringan Balon Ketum Ikateksi, Munas Ikateksi akan menghasilkan beberapa kesepakatan dan keputusan yang secara keseluruhan adalah sbb:
  1. Musyawarah anggota untuk menentukan Ketua Umum Ikateksi. Sebelumnya masing-masing calon Ketum Ikateksi, yang diperoleh berdasarkan hasil e-voting, akan menyampaikan visi, misi, dan program secara singkat. Ketua Umum Ikateksi akan menyusun perangkat organisasi, untuk kemudian akan diusulkan kepada Munas untuk menetapkan dan melantik pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP);
  2. Musyawarah anggota untuk menentukan Dewan Pembina (DP) dan Dewan Pengurus Angkatan (DPA) yang akan melengkapi terbentuknya kepengurusan DPP yang baru terbentuk sesuai dengan periode kepenguruan yang ditetapkan;
  3. Musyawarah anggota untuk menetapkan Konsep Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) yang akan digunakan sebagai landasan operasional berjalannya organisasi. AD/ ART tersebut digunakan sebagai dasar dan peraturan yang mengikat organisasi dalam berbagai kegiatan atau program yang akan dilaksnakan oleh Ikateksi.
  4. Musyawarah anggota untuk menetapkan Garis Besar Haluan Kerja (GBHK). GBHK adalah merupakan haluan kerja yang merupakan aspirasi anggota Munas yang harus dilaksanakan oleh Pengurus Ikateksi yang baru dibentuk untuk direalisasikan dalam bentuk program/ kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pengurus Ikateksi. ntuk kemudian akan diminta pertanggungjawabannya pada Munas berikutnya. Munas tidak menetapkan program/ kegiatan, namun menetapkan GBHK.
  1. Jadwal pelaksanaan kegiatan Pemilihan Ketum Ikateksi:
  1. Periode Penjaringan Balon Ketum Ikateksi: 14 September 2017 s/d 28 September 2017 jam 13.00 wib;
  2. Periode Pemilihan dengan e-voting Balon Ketum Ikateksi: 29 September 2017 s/d 28 Oktober 2017 jam 13.30 wib.
  3. Pelaksanaan Pemilihan Ketum Ikateksi, dilakukan pada Munas pada tanggal 28 Oktober 2017, dimulai jam 13.00 wib

Demikian disampaikan mekanisme pemilihan Ketua Umum Ikateksi dan Pelaksanaan Munas Ikateksi tidak dapat diganggu gugat dan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Jakarta, 12 September 2017

Panitia 9 – Panitia Persiapan Munas Ikateksi (P2MI)

Ketua/ Anggota – M. Tranggono, 82

Anggota – Syafruddin, 79

Anggota – Biakto P. Adi Putranto, 81

Anggota – Budi Arief, 82

Anggota – Hajar Seti Adji, 85

Anggota – Agustinus, 85

Anggota – Dicky Endra Prayitno – 91

Anggota – Ilham, 92

Anggota – Agus Subandi, 98