ABSTRAK

Bernardinus Herbudiman, dan Sofyan Ependi Siregar

Beton self-compacting mampu memadat sendiri tanpa penggetaran. Parameter kinerja yang utama dari beton ini adalah kekuatan tekan dan flow. Rasio air-powder yang rendah cenderung meningkatkan kekuatan beton. Namun, reduksi air harus diperhatikan, karena air yang terlalu sedikit akan menyebabkan proses hidrasi tidak tercapai seluruhnya, sehingga akan mempengaruhi flowabilitas dan kekuatan beton. Untuk mengatasi kebutuhan mendapatkan beton mutu tinggi dengan faktor air powder rendah dapat menggunakan superplasticizer. Dalam perancangan komposisi beton self-compacting, kajian eksperimen ini berkontribusi memberikan rekomendasi sejauh mana level rasio-air powder dapat diturunkan dengan memperhatikan flowabilitas melalui parameter slump spread. Kadar superplasticizer dibatasi pada rentang 1-1,8%. Beton self-compacting dalam penelitian ini menggunakan fly ash sebagai powder. Kadar fly ash yang digunakan adalah 15% dan 30%. Pada kadar fly ash 15%, rasio air-powder yang digunakan adalah 0,320, 0,301, 0,292, dan 0,282, yang terkait dengan kadar air sebesar 170, 160, 155 dan 150
kg/m3.

Pada kadar fly ash 30%, rasio air-powder yang digunakan adalah 0,320, 0,301, dan 0,292, yang terkait dengan kadar air sebesar 170, 160, dan 155 kg/m3. Rekomendasi interval rasio air-powder untuk kadar fly ash 15% adalah 0,292-0,320 dengan rasio air-powder optimum 0,292 yang menghasilkan kekuatan tekan 28-hari sebesar 58,95 MPa dengan slump spread 525 mm. Untuk kadar fly ash 30%, rekomendasi interval rasio air-powder adalah 0,301-0,320 dengan rasio air-powder optimum 0,301 yang menghasilkan kekuatan tekan 28-hari sebesar 51,01 MPa dengan slump spread 540 mm.